GEJALA PTSD ??? (POST TRAUMATIC STRESS DISORDER) – PASCA GEMPA

Gempa yang terjadi pada Sabtu, 10 April 2021 mengejutkan sekaligus membuat geger masyarakat Desa Panggunguni. Mengapa tidak, berdasarkan BMKG kekuatan gempa 6,7 SR yang bertitik di Malang Selatan. Tidak hanya terjadi satu kali tapi setelahnya masih terjadi gempa susulan, sampai dengan tadi malam (selasa malam) kurang lebih pukul 19:42 wib.

“yo sek iki lo enek lindu bantere koyok ngene” suara warga setelah gempa terjadi.

“tasek niki nggeh enten lindu kados wau bantere?” respon saya,

“mbiyen tau enek ndok lindu banter, tahun sewu sangangatus sangang puluh songo, tanggal songo, jam songo. Tapi kok sek banter iki.” Jawab warga yang lain.

Namun pasca gempa, ternyata banyak kegelisahan yang sering muncul di tingkat kesadaran maupun ketidaksadaran di setiap warga. Senin lalu sempat berbincang-bincang dengan salah satu ibu muda yang mempunyai dua anak, ia merasakan kegelisahan dan ketakutan ketika mendengar suara benturan. Benturan disini yang terjadi karena barang jatuh, pintu tertutup, suara keras dari volume televisi dan sebagainya. Ternyata begitu membekas ketika dihadapkan dengan situasi yang mengkhawatirkan seperti gempa ini. Kejadian-kejadian alam selalu dikaitkan dengan kepercayaan jawa kuno dengan istilah “wong jowo kari separo, wong cino londo kari sejodo”.

Jadi di waktu ini kita coba lepas dari jawa kuno dulu ya, fokus ke pandangan psikologi terkait respon perasaan dan emosi pasca gempa..

PTSD atau Post Traumatic Strees Disorder merupakan kondisi serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman di masa lalu. Respon setiap orang tentunya berbeda, dari perilaku sampai dengan situasi dan kondisi jiwa. Respon tersebut seperti,

Perilaku: agitasi, iritabilitas, isolasi sosial, kewaspadaan berlebihan, perilaku melukai diri sendiri atau sikap tidak ramah

Psikologis: mengingat-ingat kejadian yang lalu, kecemasan berat, ketakutan atau ketidakpercayaan

Suasana hati: kehilangan minat atau kesenangan melakukan aktivitas, rasa bersalah atau rasa kesepian

Tidur: insomnia atau mimpi buruk

Juga umum: penjarakan emosi atau pikiran yang tak diinginkan

Ada yang mengalami hal tersebut???

Coba untuk menenangkan diri supaya tidak semakin merasa cemas.

 

Komen di kolom komentar, setelah pembahasan ini di lanjut dengan bahasan apa ya, tetap lanjut dengan gejala PTSD? Penanganan? Pengobatan atau Terapi mandiri? Atau malah ada yang ingin kajian jawa kuno-nya? Silahkan komen…

Kritik dan saran juga di tunggu yaa 😊

 

 

 

 

Bagaimana reaksi anda mengenai artikel ini ?

Tinggalkan Komentar

Komentar anda tidak akan dipublikasikan, jika formulir yang ditandai * tidak diisi.