TEMPE MURNI ASKA

DARI BALI KE DESA PANGGUNGUNI

 

Tempe Murni AZKA

Orang sekitar sering memanggilnya Pak Sunari. Lahir di kota Banyuwangi tahun 1978, tidak membuang kesempatan begitu saja pada usia remaja. Berdekatan dengan daerah wisata yaitu pulau Bali, dijadikan kesempatan beliau untuk belajar kejuruan dalam membuat olahan kedelai yang beliau geluti, yaitu tempe.

Pada usia remaja memang beliau memutuskan untuk pergi ke Bali untuk belajar pembuatan tempe mulai dari olahan pertama sampai pada pengemasan. Hanya hitungan bulan beliau sudah mengantongi ilmu membuat tempe, sehingga ilmu tersebut ia bawa sampai di Kabupaten Tulungagung tepatnya Desa Panggunguni Kecamatan Pucanglaban. Saat bertempat di Desa Panggunguni, Pak Sunari sudah bersama seorang perempuan yang beliau persunting untuk menjadi pendamping hidupnya.

Awal perintisan tempe di Desa Panggunguni yakni sekitar tahun 2017 disaat anak keduanya yang lahir dan diberi nama Aska, yang mana nama tersebut dijadikan sebagai nametag tempe yang dibuatnya.

Dikarenakan cuaca yang tidak sama antara Bali dan Tulungagung, maka Pak Sunari harus membongkar kembali ilmu membuat tempenya ketika itu. Sebab, pembuatan tempe ternyata dipengaruhi juga oleh suhu udara pada saat pemberian ragi tape. Saat pertama pembuatan tempe di Desa Panggunguni, 1-2 Kg kedelai tidak bisa maksimal hasilnya, sehingga penjualan harus diurungkan sejenak. Setiap hari beliau coba sampai menemukan titik cocok pada tempe dengan suhu udara. Setelah menenukan resep tempe dan kesesuaian suhu udara, Pak Sunari perharinya bisa mengahasilkan per-satu kilonya menjadi 30 bungkus tempe.

 

Tempe usia 1 hari

Pemasaran beliau selain lingkup Desa Panggunguni, yaitu Desa Panggungkalak tepatnya daerah pantai dlodo Kecamatan Pucanglaban, Desa Kalibatur, Desa Kresikan Kecamatan Tanggunggunug, Desa Demuk Kecamatan Pucanglaban, area Pantai Sine, Desa Manding Kecamatan Pucanglaban, dan PUSKESMAS Pucanglaban. Beberapa tempat tersebut menjadi tujuan saat ini penjualan tempe. Beliau mengungkapkan memang perlu usaha dalam memasarkan tempe buatanya, sebab bisnis pertama perlu pondasi dan mental yang kuat untuk terus memberikan yang terbaik. Tempe Pak Sunari dibuat dari bahan kedelai murni tanpa ada campuran bahan lain. Kepadatan dari tempe buatanya sudah tidak diragukan lagi, sehingga ketika diiris tipis tidak merusak tekstus tempe.

 

Tempe Siap Jual

 

Gerakku senyap,

Menjalar mengitari sudut gelap,

Membuat semua harus ku tatap,

Hingga mengantarkanku dalam cita yang ku harap,

Dan syukur yang senantiasa ku dekap.

@Nofi_Ana

Bagaimana reaksi anda mengenai artikel ini ?

Tinggalkan Komentar

Komentar anda tidak akan dipublikasikan, jika formulir yang ditandai * tidak diisi.