HOME INDUSTRI KURUNGAN AYAM FENOMENAL MBAH KASDI”

 

Kerajinan Kurungan Ayam Mbah Kasdi

 

Sejak tahun 1990-an mbah Kasdi memulai menggeluti kerajinan anyaman yang fokusnya pada kurungan ayam dan box ayam (bethek). Ketika dilihat dari awal beliau mengenal seni anyam ini, yaitu pada saat kelas 2 Sekolah Dasar, beliau tidak menjalani khursus atau pelatihan singkat. Tetapi hanya ketajaman mata pada saat beliau mengamati neneknya yang sedang menganyam. Sejak kala itu dengan melimpahnya bambu pada saat beliau kecil, diambil-lah satu potong bambu dan beliau raut hingga merangkai. Dikarenakan masih dibilang awal dan coba-coba, apa yang beliau lihat dan angan-angankan tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan. Artinya, hasil anyam belum maksimal dan masih perlu diperbaiki.

Meraut Bambu

 

Tidak berhenti disitu, karena keinginan dan rasa keingintahuan untuk memecahkan teka-teki menganyam, beliau terus mencoba dan mencoba. Hasil pertama yang beliau kerjakan yaitu topi petani (capil). Bahagia campur bangga beliau rasakan pada saat itu. Belajar dan terus belajar terus beliau kembangkan, hingga pada semangat harus bisa mengembangkan kreatifitas sampai pada inovasi baru.

Di usia beliau yang tidak muda lagi 78 tahun bukan menjadi penghalang untuk tidak menciptakan kreativitas. Semangat yang luar biasa tentunya patut ditiru anak muda jaman sekarang. Beliau dapat mengerjakan 1-2 kurungan ayam dalam satu hari, Sedangkan box ayam bisa dikerjakan 3-4 minggu tergantung kesibukan lain pada hari itu. Kurungan ayam jumbo yang menjadi andalannya. Ternyata, tidaklah kecepatan yang menjadi prioritas utama pembuatan kurungan ini, tetapi hasil. Bagaimana hasil kreativitasnya ini tetap bisa kokoh dalam waktu yang cukup lama.

Biasanya beliau mengerjakan raut atau irat  terlebih dahulu kemudian di anyam untuk dibuat kurungan. Menurut beliau pengerjaan seperti ini lebih efektif dibandingan meraut per kurungan. Kecamatan sendiri yaitu Kecamatan Pucanglaban mulai dari ujung selatan samapai ujung utara menjadi wadah pertama beliau memasarkan homemade –nya. Selain itu, Desa Suruh Wadang Kab Blitar, Kecamatan Tanggunggunung, Kecamatan Kalidawir, Desa Kras Kediri, Desa Gambiran Kecamatan Bandung merupakan langganan beliau. Secara rata-rata pemesan kurungan maupun box ayam adalah mereka pecinta ayam petarung maupun ayam ternak. Kurungan ayam sekali pesan bisa mencapai 15-32 buah kurungan. Dan box ayam 1-2 box ayam. Penjualan secara ecer dan grosir tentulah dibandrol harga yang tidak sama. Dengan hasil yang bisa dibilang tidak sedikit, ternyata mbah Kasdi masih membantu untuk memenuhi kebutuhan 6 anggota keluarga dalam satu atap rumah. Kewajiban sebagai seorang suami dan orang tua masih terpegang erat digenggaman tangan beliau. “panggah semangat ngge keluarga, pokok kabeh gliyak-gliyak, sareh-sareh, ora nyalahi wong lio, westo mugo-mugo panggah ayem diwei seger waras, iso ngopeni keluargo. kabeh ndak usah digae abot, dilakoni ae, Gusti Alloh kui sugeh. Awak e dewe kari nglakoni”, ujar mbah Kasdi disela-sela wawancara.

Hasil Kurungan Mbah Kasdi

 

Kurungan Pertama dibuat tahun 1990-an

 

Sampel Box Ayam

 

Dikarenakan usia mbah Kasdi yang tidak lagi produktif, ternyata anak laki-laki beliau juga senang menggeluti seni anyam tersebut. sehingga untuk pembuatan box ayam dipercayakan kepada anak laki-lakinya dan fokus mbah Kasdi hanya pada kurungan ayam.

Camat Pucanglaban yaitu Bapak Agus Santoso, S.Sos sering berkunjung ke rumah Mbah Kasdi untuk bersilaturahmi dan tentunya tertarik untuk memiliki hasil kreativitas dari mabh Kasdi. Selain itu, Kepala Desa Panggunguni Bapak Usman ternyata mengoleksi kurungan ayam yang hitung-hitung untuk hobinya pada beberapa jenis ayam. Tak cukup itu, orang-orang penting lainnya juga memiliki keinginan yang sama ketika berkunjung kerumah mbah Kasdi.

Memang sebuah seni tidak dapat dibandingkan dengan apapun yang bersifat materi. Dengan bekal senang dalam pengerjaan setiap detiknya, tentunya hasil mengikuti prosesnya. Bukan suatu yang instan, tetapi usaha dan kerja keras menjadi poin yang tidak boleh ditinggalkan. Kejelian setiap prosesnya menjadi sahabat yang solid untuk penyelesaian sebuah karya.

Optimis dan terus berjuang selalu melekat dalam jiwa,

Gerak tangan menjadi seni,

Dengan imbangan tawa,

Menciptakan hasil yang tak terbatasi.

:-)

Oleh @Nofi_ana

Bagaimana reaksi anda mengenai artikel ini ?

Tinggalkan Komentar

Komentar anda tidak akan dipublikasikan, jika formulir yang ditandai * tidak diisi.